Vol. 1 No. 1 (2026): June Edition
This issue has been available online since 1st June 2026 for the regular issue of June 2026. All articles in this issue (5 original research articles) were authored/co-authored by 23 authors from 1 country (
Indonesia).
Articles
-
Pengalaman Akseptor KB dalam Menggunakan KB Suntik 3 Bulan di Klinik Bidan Rosdiana Tanjung Mulia Tahun 2025
Muslimah Sigalingging Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Fitriana Ritonga Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Miskah Indah Syahid Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Afrillia Wulandari Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan IndonesiaLatar Belakang: KB suntik 3 bulan adalah salah satu metode kontrasepsi yang sangat efektif dalam mencegah kehamilan, sehingga banyak diminati oleh pasangan yang berada dalam usia subur. Namun, penggunaan KB suntik 3 bulan juga dapat menimbulkan beberapa efek negatif yang sering dikeluhkan oleh para akseptor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang pengalaman akseptor KB dalam menggunakan KB suntik 3 bulan di klinik Bidan Rosdiana Tanjung Mulia. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenomologi. Teknik pengambilan sampling dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan melakukan wawancara mendalamam kepada 8 informan (Akseptor KB) Analisa data yang digunakan analisi tematik. Hasil: Penelitian ini menghasilkan empat tema, yaitu: pengalaman akseptor mengenai KB suntik 3 bulan, alasan pemilihan KB suntik 3 bulan oleh akseptor, keluhan yang muncul akibat penggunaan KB suntik 3 bulan, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi dampak dari KB suntik 3 bulan. Kesimpulan: Penggunaan KB suntik 3 bulan dipilih karena kepraktisan dan efektivitas, meskipun terdapat keluhan yang bervariasi.Peran tenaga kesehatan penting dalam memberikan konseling dan informasi mengenai efek samping serta cara penanganannya.
Pages: 1-8Views: 34 Downloads: 25Di Bawah Garis Merah: Determinan Kejadian BGM pada Balita di Puskesmas Batang Lupar
Elvalini Warnelis Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Juliwati Sihombing Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan IndonesiaUnder-five children below the red line (BGM) represent an early warning sign of growth faltering that requires timely detection and intervention. Maternal nutrition knowledge, household economic status, and feeding frequency are assumed to contribute to BGM among children under five. This study aimed to analyze the relationship between maternal nutrition knowledge, income level, feeding frequency, and BGM among under-five children at Batang Lupar Public Health Center in 2023. This was an analytic survey with a cross-sectional approach. The sample consisted of 30 eligible under-five children. Data on maternal nutrition knowledge, income level, and feeding frequency were collected using questionnaires, while BGM status was obtained from growth monitoring cards and health center documentation. Data were analyzed using univariate analysis and chi-square test with a significance level of 0.05. The results showed that 17 children (56.7%) experienced BGM. Most mothers had poor nutrition knowledge (50.0%), low household income (53.3%), and children with feeding frequency of less than three times per day (60.0%). Bivariate analysis showed that maternal nutrition knowledge (p=0.036) and income level (p=0.050) were associated with BGM. Feeding frequency showed a tendency toward association but was not statistically significant at the 0.05 level (p=0.060). This study concludes that strengthening maternal nutrition education and supporting household food fulfillment should be prioritized to prevent BGM among under-five children.
Pages: 9-14Views: 4 Downloads: 7Pengalaman Remaja Tentang Gangguan Dismenore di SMPS Imelda Tahun 2025
Kristina Fitri Damayanti Situmorang Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Anggina Windari Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Aulia Azmi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan IndonesiaBackground: Menstrual disorders among adolescents are a common reproductive health issue that can affect learning activities, emotional states, and social interactions. Objective: This study aims to explore adolescents’ experiences of menstrual disorders at SMPS Imelda Medan in 2025. Method: The research employed a qualitative method with a descriptive phenomenological approach. Participants included six female students aged 13–15 years selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis. Results: The findings revealed that all participants experienced complaints such as dysmenorrhea, irregular cycles, and mood changes. The reported impacts included reduced learning concentration, school absenteeism, and limited participation in social activities. Coping strategies carried out by the participants included resting, taking pain relievers, and applying warm compresses. This study concludes that menstrual disorders significantly affect adolescents’ well-being and daily activities. Therefore, comprehensive reproductive health education and strong support from schools and families are essential to help adolescents manage their symptoms more effectively.
Pages: 15-20Views: 17 Downloads: 20Persepsi Orang Tua terhadap Obesitas pada Anak di SD Medan
Wellina Sebayang Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Ester Apriani Gultom Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Rahma Wanasari Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Radita Mutia Mulia Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Mutia Reza Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Sriwati Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Nur Asima Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Rara Ayu Pradila Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Adelia Putri Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan IndonesiaLatar Belakang : Obesitas pada anak usia sekolah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Data Riskesdas 2021 menunjukkan prevalensi obesitas anak usia 5–12 tahun mencapai 10,8%, dengan Kota Medan mencatat angka 17,75%. Persepsi orang tua memiliki peranan penting dalam pencegahan obesitas, namun sering kali masih keliru, misalnya menganggap anak gemuk sebagai sehat dan lucu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua terhadap obesitas pada anak di SD Negeri 060866, Kecamatan Medan Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan berjumlah 5 orang tua yang memiliki anak obesitas, dipilih melalui teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menemukan empat tema utama: (1) Persepsi orang tua tentang pengertian obesitas yang umumnya dipahami sebagai kelebihan berat badan atau kegemukan dibandingkan anak seusianya; (2) Persepsi tentang penyebab obesitas yang meliputi pola makan berlebihan, konsumsi gula dan makanan cepat saji, kurang aktivitas fisik, kebiasaan tidur setelah makan, serta faktor genetik; (3) Persepsi tentang dampak obesitas seperti mudah lelah, sesak napas, rentan penyakit, dan potensi bullying; (4) Strategi pencegahan dan penanganan, termasuk mengurangi porsi makan, membatasi jajanan, dan mendorong aktivitas fisik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian orang tua menyadari risiko obesitas, pengetahuan mereka masih terbatas dan kebiasaan di rumah sering kali justru mendukung pola hidup obesogenik. Disarankan adanya edukasi berkelanjutan bagi orang tua untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengatur pola makan serta aktivitas anak sebagai upaya pencegahan obesitas sejak dini.
Pages: 21-32Views: 12 Downloads: 7Dinamika Pola Asuh Permisif dalam Membentuk Perilaku Sedentari dan Pola Makan Anak dengan Obesitas di SD IT Nurul Ilmi Sumatera Utara
Wellina Br. Sebayang Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Putri Tania Lubis Mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Elvalini Warnelis Sinaga Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Nova Linda Rambe Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia , Febi Putri Lestari Hutasuhut Dosen Sarjana Kedokteran, Universitas Imelda Medan IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pola asuh ibu terhadap anak dengan obesitas di SD IT Nurul Ilmi pada tahun 2025. Obesitas pada anak merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk pola asuh orang tua, yang dapat berdampak pada kebiasaan makan dan aktivitas fisik anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 10 ibu yang memiliki anak dengan obesitas di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menerapkan pola asuh permisif, sedangkan sisanya menggunakan pola asuh demokratis. Anak-anak cenderung melakukan aktivitas sedentari seperti menonton televisi dan bermain gadget selama 2–4 jam per hari. Meskipun ibu memahami pentingnya aktivitas fisik, pengaturan waktu layar dan pola makan masih bersifat fleksibel dan kurang konsisten. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi tenaga kesehatan dan pendidik untuk merancang intervensi yang mendukung pola asuh yang lebih efektif guna mencegah obesitas pada anak.
Pages: 33-44Views: 4 Downloads: 4Additional Menu
Information