Announcement 2
Jurnal Abdi Sehat Nusantara merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dan open access yang mempublikasikan artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Jurnal Abdi Sehat Nusantara merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dan open access yang mempublikasikan artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal ini menjadi wadah bagi dosen, peneliti, tenaga kesehatan, mahasiswa, dan praktisi untuk mendiseminasikan inovasi, penerapan ilmu pengetahuan, serta pemberdayaan masyarakat yang berbasis bukti dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pelayanan kesehatan primer, kesehatan ibu dan anak, gizi masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kesehatan jiwa, keperawatan komunitas, kesehatan digital, serta berbagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Jurnal Abdi Sehat Nusantara merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dan open access yang mempublikasikan artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Jurnal Abdi Sehat Nusantara merupakan jurnal ilmiah peer-reviewed dan open access yang mempublikasikan artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Background: Cervical cancer, also known as cervical cancer, is a type of cancer that is 99.7% caused by the oncogenic human papillomavirus (HPV), which attacks the cervix. At-risk groups for cervical cancer include women over 30 who have had many children and who have poor reproductive health practices. Having multiple sexual partners is a major factor in the transmission of the HPV virus, which causes cervical cancer.
Methods: This study used a descriptive design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 20 respondents, selected using total sampling. Data were collected using pretest and posttest questionnaires. The intervention was conducted through health education using lecture and discussion methods with leaflet and poster media. Data were analyzed descriptively.
Results: Pretest results showed that 55% of respondents had poor knowledge, 30% had moderate knowledge, and 15% had good knowledge. After the intervention, posttest results indicated an improvement, with 70% of respondents having good knowledge, 25% moderate knowledge, and only 5% poor knowledge.
Conclusion: Health education was effective in improving women’s knowledge about cervical cancer and should be continuously implemented as a promotive and preventive strategy for cervical cancer prevention.
Perilaku seks pranikah pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat akibat rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, pengaruh lingkungan, serta paparan informasi yang tidak tepat dari media sosial dan internet. Kurangnya pemahaman remaja mengenai risiko kesehatan, psikologis, dan sosial dari perilaku seksual berisiko dapat berdampak pada meningkatnya kejadian kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, gangguan psikologis, serta masalah sosial lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks pranikah di MAN 1 Medan. Penhyuluhan ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 di MAN 1 Medan dengan melibatkan 21 siswa anggota ekstrakurikuler PIK-R yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, serta pembagian leaflet sebagai media pendukung pembelajaran. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan distribusi frekuensi, persentase, serta rata-rata nilai pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memperoleh nilai 90 sebanyak 8 orang (38,1%), nilai 85 sebanyak 7 orang (33,3%), nilai 95 sebanyak 4 orang (19%), dan nilai 100 sebanyak 2 orang (9,5%). Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah responden pada kategori nilai tinggi, yaitu nilai 95 menjadi 6 orang (28,5%) dan nilai 100 menjadi 8 orang (38,1%). Sementara itu, jumlah responden pada nilai rendah mengalami penurunan, yaitu nilai 85 menjadi 3 orang (14,2%) dan nilai 90 menjadi 4 orang (19%). Rata-rata nilai pretest meningkat dari 90,24 menjadi 94,52 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 4,28 poin atau sebesar 4,74%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai bahaya seks pranikah.
Masa pubertas merupakan fase peralihan dari anak-anak menuju remaja yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, emosional, dan sosial. Kurangnya pengetahuan remaja mengenai pubertas dapat menyebabkan rasa bingung, malu, takut, serta kurangnya kesiapan dalam menghadapi perubahan tubuh yang terjadi. Edukasi kesehatan menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai persiapan menghadapi masa pubertas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa kelas VII tentang persiapan menghadapi masa pubertas melalui edukasi kesehatan di SMP Swasta Utama Medan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 April 2026 dengan sasaran 38 siswa kelas VII dan dilakukan oleh lima mahasiswa kebidanan Universitas Imelda Medan. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, kuis edukatif, pembagian leaflet, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 20 soal. Materi yang diberikan meliputi pengertian pubertas, ciri-ciri pubertas pada laki-laki dan perempuan, menstruasi dan mimpi basah, perubahan emosi, pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi, serta perilaku sehat dan tidak sehat pada masa remaja. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, sebanyak 17 siswa (44,7%) memiliki tingkat pengetahuan kurang baik dan 21 siswa (55,3%) memiliki pengetahuan baik. Setelah dilakukan penyuluhan, jumlah siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 29 siswa (76,3%), sedangkan kategori pengetahuan kurang baik menurun menjadi 9 siswa (23,7%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mengenai persiapan menghadapi masa pubertas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa. Dengan demikian, pendidikan kesehatan tentang pubertas penting diberikan sejak dini agar remaja lebih siap secara fisik, psikologis, dan sosial dalam menghadapi masa pubertas.
Anemia is a micronutrient problem that occurs widely throughout the world, especially in developing countries, which is estimated to affect 30% of the world's population. The result of low hemoglobin levels causes symptoms of lethargy, weakness, and fatigue when doing activities that will have an impact on decreasing concentration and academic achievement, and in the long term will have an impact on the quality of human resources, where young women are the future generation of the nation who will later support determining the next generation. The goal: to provide information to teenagers about anemia and the importance of consuming iron tablets. Method: in this counseling using leaflets, lectures and question and answer discussions. This counseling was held on May 7, 2025 at SMK Swatsa Imelda Medan. Results: increased knowledge of young women about anemia and the benefits of consuming iron tablets.