Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Bahaya Seks Pranikah melalui Edukasi Kesehatan

Authors

  • Elvalini Warnelis Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia Author
  • Eva Nirwana Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia Author
  • Fidiya Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia Author
  • Nazua Khoirumisyah Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia Author
  • Nazwa Ahmad Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia Author
  • Nolita Wulandari Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia Author
  • Nurlela Ritonga Program Studi S1 Kebidanan, Universitas Imelda Medan Indonesia Author

Abstract

Perilaku seks pranikah pada remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang semakin meningkat akibat rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, pengaruh lingkungan, serta paparan informasi yang tidak tepat dari media sosial dan internet. Kurangnya pemahaman remaja mengenai risiko kesehatan, psikologis, dan sosial dari perilaku seksual berisiko dapat berdampak pada meningkatnya kejadian kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, gangguan psikologis, serta masalah sosial lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya seks pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks pranikah di MAN 1 Medan. Penhyuluhan ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 di MAN 1 Medan dengan melibatkan 21 siswa anggota ekstrakurikuler PIK-R yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, permainan edukatif, serta pembagian leaflet sebagai media pendukung pembelajaran. Instrumen penelitian berupa kuesioner pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan distribusi frekuensi, persentase, serta rata-rata nilai pretest dan posttest. Hasil menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memperoleh nilai 90 sebanyak 8 orang (38,1%), nilai 85 sebanyak 7 orang (33,3%), nilai 95 sebanyak 4 orang (19%), dan nilai 100 sebanyak 2 orang (9,5%). Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah responden pada kategori nilai tinggi, yaitu nilai 95 menjadi 6 orang (28,5%) dan nilai 100 menjadi 8 orang (38,1%). Sementara itu, jumlah responden pada nilai rendah mengalami penurunan, yaitu nilai 85 menjadi 3 orang (14,2%) dan nilai 90 menjadi 4 orang (19%). Rata-rata nilai pretest meningkat dari 90,24 menjadi 94,52 pada posttest dengan selisih peningkatan sebesar 4,28 poin atau sebesar 4,74%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja mengenai bahaya seks pranikah.

Keywords:

Seks pranikah, Remaja, Pengetahuan, Edukasi kesehatan, penyuluhan

References

Ariningrum, D. P., & Aliyyah, N. (2025). Psikososial dan Budaya Terkait Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di Era Digital: Tinjauan Literatur. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 15(01), 87–103. https://doi.org/10.33221/jikm.v15i01.4183

Ghalin Annisa Widiya. (2026). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Prilaku Seks Pra Nikah pada Remaja Menggunakan Teori Planned Behavior (TBP). Jurnal Anestesi, 4(1), 80–91. https://doi.org/10.59680/anestesi.v4i1.2167

Költő, A., De Looze, M., Jåstad, A., Lennox, O. N., Currie, D., & Gabhainn, S. N. (2024). A focus on adolescent sexual health in Europe, central Asia and Canada. http://apps.who.int/bookorders.

Laporan_INDIKATOR_KINERJA_UTAMA_BKKBN_2022. (n.d.).

PROFIL KESEHATAN INDONESIA TAHUN 2020. (n.d.).

Saleh, M. S., Pd, S., & Pd, M. (n.d.). PENDIDIKAN KESEHATAN SEKOLAH PENERBIT CV.EUREKA MEDIA AKSARA.

Salinan POS AN-2021-ACC. (n.d.).

Sastria, A., Astriani, R., & Roesmono, B. (2019). PENGARUH PENYULUHAN SEKS PRANIKAH TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA. In Jurnal

Ilmiah Kesehatan Diagnosis (Vol. 13).

Seks…, D. P., Pidah, A. S., Kalsum, U., Hendra, D., Sitanggang, G., Ana, K. :, & Pidah, S.(2021). Determinan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Pria (15-24 Tahun) di Indonesia (Analisis SDKI 2017) (Determinan of Premarital Sex Behavior in Male Adolescents (15-24 Years) in Indonesia (Analysis IDHS 2017). In Jurnal Kesmas Jambi (Vol. 5, Number 2). JKMJ.

World Health Statistics 2022 : Monitoring Health for the SDGs, Sustainable Development Goals. (2022). World Health Organization.

Downloads

Published

2026-08-16